MASTER38 MASTER38 MASTER38 MASTER38 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 COCOL88 COCOL88 COCOL88 COCOL88 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 ZONA69 ZONA69 ZONA69 NOBAR69 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38
SLOT GACOR HARI INI SLOT GACOR HARI INI
BOSSWIN168 BOSSWIN168
BARON69
COCOL88
MAX69 MAX69 MAX69
COCOL88 COCOL88 LOGIN BARON69 RONIN86 DINASTI168 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 MABAR69 COCOL88
ronin86
bwtoto
bwtoto
bwtoto
master38
Search for:
  • Home/
  • JATIM/
  • Kisah Pangeran Diponegoro, Santri sejak Dini yang Suka Mondok
Kisah Pangeran Diponegoro, Santri sejak Dini yang Suka Mondok

Kisah Pangeran Diponegoro, Santri sejak Dini yang Suka Mondok

0 0
Read Time:59 Second

MALANG, iNews.id – Pangeran Diponegoro merupakan sosok pahlawan yang taat beragama. Sejak kecil dia memang dididik keluarga dengan pendidikan agama Islam yang tinggi.

Hal ini ditambah kedekatannya dengan beberapa ulama dan kesenangannya nyantri di beberapa para tokoh ulama, salah satunya Kiai Taptojani.

Sesuai arahan nenek buyutnya Ratu Ageng, pendidikan yang diterima Diponegoro lebih memberi perhatian pada gaya pesantren formal atau sekolah agama berasrama, dengan cara menetap di pesantren ternama seperti Melangi yang diasuh Kiai Guru Taptojani. Kemudian mendatangi ulama di Tegalrejo untuk belajar Alquran dan Hadist Nabi Muhammad SAW. 

Model pendidikan macam itulah yang kemudian juga diterapkan Pangeran Diponegoro bagi anak-anaknya. Setidaknya ada empat putra Pangeran Diponegoro yang lahir di Tegalrejo dan di pengasingan memeroleh pendidikan pesantren dan menjadi para Muslim taat. Hal ini sebagaimana dikisahkan Peter Carey “Takdir Riwayat Pangeran Diponegoro: 1785 – 1855”.

Dari sumber-sumber Jawa, dapat diperoleh gambaran tentang ragam teks bacaan selama Pangeran belajar di Tegalrejo. Di antara karya-karya Islam yang jadi favoritnya adalah Kitab Tuhfah, berisi ajaran sufisme tentang “tujuh tahap eksistensi” yang sangat laku di kalangan orang Jawa dalam perenungan, tentang Tuhan dunia dan tempat manusia di dalamnya.

Editor : Donald Karouw

Follow Berita iNewsJatim di Google News

Bagikan Artikel:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
COCOL88 GACOR77 RECEH88 NGASO77 TANGO77 PASUKAN88 MEWAHBET MANTUL138 EPICWIN138 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21