MASTER38 MASTER38 MASTER38 MASTER38 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 COCOL88 COCOL88 COCOL88 COCOL88 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 ZONA69 ZONA69 ZONA69 NOBAR69 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38
SLOT GACOR HARI INI SLOT GACOR HARI INI
BOSSWIN168 BOSSWIN168
BARON69
COCOL88
MAX69 MAX69 MAX69
COCOL88 COCOL88 LOGIN BARON69 RONIN86 DINASTI168 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 MABAR69 COCOL88
ronin86
bwtoto
bwtoto
bwtoto
master38
Search for:
  • Home/
  • JATIM/
  • Yenny Wahid Ingatkan Setiap Orang Punya Hak dalam Sistem Demokrasi, Termasuk Santri
Yenny Wahid Ingatkan Setiap Orang Punya Hak dalam Sistem Demokrasi, Termasuk Santri

Yenny Wahid Ingatkan Setiap Orang Punya Hak dalam Sistem Demokrasi, Termasuk Santri

0 0
Read Time:1 Minute, 57 Second

SIDOARJO, iNews.id – Putri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Yenny Wahid mengingatkan soal semua orang punya hak dalam sistem demokrasi. Salah satunya santri yang boleh ikut berpolitik praktis asalkan cukup umur sesuai dengan yang diatur dalam konstitusi.

Hal itu disampaikan Yenny Wahid saat memberikan pendidikan politik kepada para santri saat melakukan silaturahmi di Pondok Pesantren Alkhoziny, Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (25/11/2023).

“Apakah santri boleh berpolitik praktis? Boleh, kalau sudah umurnya cukup. Karena setiap orang punya hak dalam sistem demokrasi yang kita anut. Dalam sistem demokrasi setiap orang yang sudah cukup umur menurut undang-undang itu maka mempunyai hak untuk memilih pemimpin. Dan pemimpin itulah yang akan membuat kebijakan untuk kepentingan bangsa dan negara,” kata Yenny Wahid.

Direktur Wahid Fondation ini menjelaskan, bahwa ulama dan umaro atau pemimpin memiliki tugas masing-masing.

“Umaro punya tugas kebijakan publik, ulama tugasnya berkewajiban mengingatkan umaro pada kebijakan publiknya agar kebijakan publiknya betul-betul mengacu pada kesejahteraan di masyarakat,” katanya.

Yenny Wahid yang kini menjadi Dewan Penasihat Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud ini mengutip dalil yang berbunyi ‘kebijakan seorang pemimpin itu selalu harus ada hubungan dengan kesejahteraan rakyat yang dipimpinnya’.

“Jadi tugasnya ulama jelas sekali meningatka umara. Ulama jangan dipengaruhi umara, ulama harus jernih untuk mengingatkan kalau ada yang keliru,” katanya.

Yenny menegaskan, bahwa ulama tidak boleh punya ego, punya ambisi sendiri dalam politik. Namun ambisinya bagaimana untuk kesejahteraan masyarakat banyak.

“Jadi dalam berpolitik siyasat atau wasilat adalah alat, tujuannya menciptakan negara yang aman, adil, dan sejahtera,” ujarnya.

Dikatakan Yenny, semua warga negara baik itu ulama atau masyarakat umum sama-sama memiliki kewajiban untuk membangun negara Indonesia, menjaga negara ini agar aman, tentram dan tidak ada konflik.

Begitupun dengan santri, saat ini belum boleh berpolitik praktis karena umurnya belum cukup. Namun yang paling penting adalah santri harus berprestasi.

“Berprestasi itu tidak diukur dari jabatan politik saja tapi juga prestasi lainnya,” ujarnya.

Yenny mencontohkan mengajar anak-anak upaya pintar merupakan prestasi, menjadi kiai dan bu nyai yang menuntun para santri untuk bisa mendapat ilmu yang barokah juga prestasi, menjadi dokter yang mengabdikan diri kepada masyarakat juga prestasi, menjadi pengusaha yang sukses tapi sering sedekah juga prestasi.

“Jadi boleh santri berpolitik nanti, terutama yang masih belajar. Tapi punya kewajiban untuk membangun negara kita bersama dengan yang lain,” katanya.

Editor : Nani Suherni

Follow Berita iNewsJatim di Google News

Bagikan Artikel:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
COCOL88 GACOR77 RECEH88 NGASO77 TANGO77 PASUKAN88 MEWAHBET MANTUL138 EPICWIN138 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21