Orca di Lepas Pantai Spanyol Kembali Menyerang Kapal — Kenapa Mereka Melakukan Ini?
Kalau ngomongin orca, bayangan yang muncul biasanya paus besar berwarna hitam-putih yang kelihatan keren tapi juga bikin merinding. Secara ilmiah, orca (Orcinus orca) sebenarnya termasuk keluarga lumba-lumba, bukan paus sejati. Nah, di perairan sekitar Selat Gibraltar dan pesisir Spanyol, sekelompok orca Iberia kembali jadi perhatian karena berinteraksi keras dengan kapal, terutama perahu layar. Pada 2026, jumlah interaksi di kawasan Selat Gibraltar dan Teluk Cádiz bahkan dilaporkan meningkat cukup tajam dibandingkan tahun sebelumnya.
1. Mereka sering mengincar bagian kemudi kapal
Yang bikin fenomena ini unik, orca biasanya tidak asal menabrak kapal. Mereka diketahui mendekati bagian belakang kapal dan fokus pada rudder atau kemudi. Kemudi didorong, digigit, atau dihantam sampai rusak. Akibatnya, kapal bisa kehilangan kemampuan untuk mengarahkan laju dan harus meminta bantuan. Pola ini sudah diamati sejak fenomena tersebut mulai muncul pada 2020.
2. Diduga bukan karena mereka ingin memakan manusia
Tenang, manusia bukan menu favorit mereka. Orca Iberia terutama memangsa ikan, termasuk tuna, sehingga interaksi dengan kapal kemungkinan besar bukan aktivitas berburu manusia. Para peneliti justru menduga perilaku tersebut berkaitan dengan eksplorasi atau bermain terhadap benda asing di lingkungan mereka.
3. Ada kemungkinan perilakunya dipelajari dari orca lain
Orca adalah hewan sosial dengan kemampuan belajar yang tinggi. Anak orca bisa mengamati dan meniru perilaku individu lain dalam kelompoknya. Karena itu, perilaku menyentuh atau mendorong kemudi kapal berpotensi menyebar secara sosial, bukan muncul secara independen pada setiap orca.
4. Kenapa justru kapal layar?
Kapal layar yang bergerak relatif lambat menjadi sasaran yang cukup sering dilaporkan. Bagian kemudi yang berada di bawah air juga bisa menjadi objek menarik bagi orca untuk didorong atau dimainkan. Menariknya, fenomena ini terutama melibatkan populasi kecil orca Iberia dan bukan perilaku umum semua orca di dunia.
5. Mereka sebenarnya tidak harus “benci kapal”
Ini bagian yang paling bikin salah paham. Para ilmuwan belum punya jawaban tunggal soal motivasinya. Salah satu teori kuat menyebut perilaku tersebut lebih mirip permainan atau eksplorasi, bukan aksi balas dendam terhadap manusia. Namun, efeknya tetap serius karena interaksi tersebut bisa merusak kapal dan bahkan menyebabkan kapal tenggelam.
Yang lebih menarik, fenomena ini ternyata masih terus berubah. Pada 2026, pemerintah Spanyol mencatat adanya peningkatan interaksi di kawasan Selat Gibraltar dan Teluk Cádiz. Pada saat yang sama, muncul kabar mengejutkan tentang Toñi, orca betina yang dikenal sebagai salah satu anggota tertua populasi Iberia, yang ditemukan memiliki luka pada sirip punggung yang diduga konsisten dengan tembakan peluru senapan. Pemerintah Spanyol kemudian membuka penyelidikan. Populasi orca Iberia sendiri sangat kecil, diperkirakan kurang dari 40 individu, sehingga setiap gangguan terhadap mereka menjadi perhatian besar bagi konservasionis.
Jadi, kalau ditanya kenapa orca di lepas pantai Spanyol “menyerang” kapal, jawabannya ternyata tidak sesederhana “mereka marah kepada manusia.” Bisa jadi bagi mereka, kemudi kapal hanyalah objek menarik yang bisa dimainkan dan dipelajari. Masalahnya, ketika yang diajak main adalah kapal berbobot berton-ton, “iseng sedikit” dari orca bisa berujung masalah besar bagi manusia.